Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Indonesia ku KAYA, Indonesia ku MALANG

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

Lantunan lagu "Indonesia Tanah Air Beta" yang dinyanyikan oleh anak-anak itu kulihat dari salah satu stasiun TV. Tampak wajah polos mereka dengan ceria membawakan lagu yang penuh makna tersebut. Lagu yang seharusnya membuat hati kita bangga mendengarnya, terlebih lagu tersebut dibawakan oleh anak-anak bangsa yang begitu muda, ceria, dan penuh semangat membuat tiap lirik nya menjadi semakin bermakna.
Namun, lantunan lagu tersebut justru terdengar menyayat hati, karena menjadi latar berita yang mengabarkan beratnya perjuangan mereka untuk menggapai cita-cita. Seperti yang terjadi di SD Utan Kayu Utara 01 Pagi, 11 siswa nya luka-luka dikarenakan ambruknya plafon ruang kelas mereka.
Berita lain mengabarkan karena rusaknya jembatan di kampung Lebak, Banten yang biasa digunakan warga untuk menyeberang sungai, puluhan siswa SD dan SMP harus meniti jembatan yang sudah miring tersebut untuk menyeberangi sungai.
Terakhir, puluhan siswa SD harus menyeberang sungai, melawan arus sungai yang tinggi nya hingga mencapai dada mereka. Mereka harus melepas baju dan sepatu mereka terlebih dahulu untuk menyeberang sungai, agar tidak basah. Belum juga berakhir perjuangan mereka, setelah menyeberang sungai dan kembali mengenakan baju dan sepatu, mereka harus berjalan kembali kurang lebih 4 km untuk mencapai sekolah.


Subhanallah, sungguh perjuangan yang luar biasa yang harus mereka tunaikan untuk memperoleh pendidikan yang sebenarnya memang telah menjadi hak mereka. Sementara itu, ditengah-tengah ramainya pemberitaan tentang nasib anak-anak bangsa yang meniti tiap jengkal kesulitan hanya untuk bersekolah, berita lain mengabarkan bahwa pemerintah mengeluarkan dana hampir Rp. 20 M untuk merenovasi ruang Banggar DPR.

Hati siapa yang tak tersentuh membayangkan, banyak anak negeri ini yang harus menderita untuk mencapai cita-citanya ditengah kemewahan para petinggi-petinggi negeri ini. Teringat, betapa kerasnya perjuangan para pendahulu dalam membangun negeri ini, bermandikan keringat dan darah. Lagu-lagu perjuangan yang mereka ciptakan dengan hati, begitu terasa kuat dan dalam menghujam, penuh makna. Seharusnya kini, kita bangga dan berupaya untuk terus menjaga dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Namun, justru terjajah oleh saudara sendiri.

Maafkan kami, yang lupa akan tetesan air mata, keringat, dan darah kalian torehkan di bumi pertiwi..
Maafkan kami yang seringkali mengabaikan perjuangan banyak nyawa demi kebebasa kami saat ini ..
Ingatkan kami, melalui orang-orang berhati mulia yang tersisa di negeri ini ..
Bukakan mata hati pemimpin kami yang saling sikut untuk mau berpegangan tangan melepaskan panjajahan dalam negeri ini ..

Semoga Ibu pertiwi masih mau tersenyum untuk putra-putri nya yang berjuang penuh kegigihan untuk memajukan bangsa ini. Tentu masih ada jiwa-jiwa yang tulus berdo'a untuk negeri ini. Negeri yang kaya raya namun berisikan penderitaan berkepanjangan. Mestinya masih tersisa pemimpin yang amanah, berfikir untuk kebaikan negeri ini. Lindungi mereka Ya Allah, tentu ada banyak do'a untuk mereka dari kami yang merindukan kesejahteraan bagi negeri ini ....

Nyanyian yg dilantunkan anak-anak negeri yg seharusnya menjadi semangat karena jiwa muda mereka yg sedang berapi-api untuk menggapai cita-cita, justru terdengar menyayat hati .. Di tengah semangat yg membakar untuk terus maju, kenapa harus ada angin menggoyahkan bara nya .... ??

"Nasib Anak Negeri"

Menyebrang sungai, memanjat jembatan, berjalan kiloan meter untuk mencapai SEKOLAH yang akhirnya AMBRUKK melukai perjuangan mereka ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

YouRha mengatakan...

miris bgtz yaaa...

kenpa stelah heboh di inggris baru pmrintah kita sadar..

Reny Mitasari mengatakan...

bukan lama sadarnya, tpi lama mgakui klau mreka sudah mnyadari smuanya :)
oia, yura dri Padang yah?

Posting Komentar